Image default
Lifestyle

Begini Penjelasan BPJS Kesehatan Viral Keluhan Rekening Terpotong Otomatis Tanpa Izin Pemilik

Viral di media sosial keluhan salah satu pengguna BPJS Kesehatan yang saldo rekeningnya auto terdebet Rp 255 ribu, begini jawaban humas BPJS. Belakangan ini viral keluhan salah satu pengguna media sosial. Postingan ini terlihat keluhan saldonya terpotong 255 ribu rupiah.

Padahal ia tak merasa menggunakan uang yang terdebet ini. Akhirnya ia menghubungi nomor customer service bank yang ia gunakan. Ia mendapatkan penjelasan jika sekarang BPJS dilakukan autodebet.

Tak hanya itu ia juga mengeluhkan jika auto debet ini tak bisa dimatikan. Hal ini terlihat dalam gambar di bawah ini tentang percakapannya dengan petuga bank. Tak hanya itu terlihat juga struk yang membuktikan ada dana keluar sebesar 255 ribu rupiah.

“Percayalah… 255.000 itu saya nggak melakukan transaksi apa apaz terus tiba2 kedebet 255.000 Lah kok bisa??? Setelah telp ke customer care jawaban nya enteng…

Bapak punya BPJS?? Iya buk… Sekarang auto debet Bapak…

Nah kan mampus habis itu dah… Ngambil paksa tanpa ijin pula… Sekarang belum naek…

Tahun 2020, 1 bulan nya 2x lipat itu terus auto debet, dimatikan pun tak bisa…” Menurutnya tidak mungkin peserta menunggak BPJS Kesehatan akan langsung terpotong dari rekeningnya. Apalagi peserta BPJS harus mendaftarkan rekeningnya untuk mengajukan autodebet.

“Untuk mengaktifkan layanan autodebet, harus ada persetujuan tertulis (surat kuasa) dari peserta JKN KIS yang bersangkutan,” k ata Iqbal saat dihubungi Senin (25/11/2019) Hal tersebut menurutnya berlaku untuk calon peserta JKN KIS yang baru akan mendaftar maupun peserta JKN KIS yang sudah terdaftar. “Jadi tidak benar jika otomatis digunakan layanan autodebit tanpa persetujuan tertulis jadi peserta,” ujar dia lagi. Lebih lanjut Iqbal menegaskan, BPJS kesehatan merupakan lembaga pemerintah yang senantiasa patuh pada regulasi yang ada.

"Sehingga tidaklah mungkin ada kebijakan tanpa merujuk regulasi yang berlaku," ucapnya. Jika seorang peserta BPJS memiliki keluhan maupun pertanyaan, Iqbal mengatakan masyarakat bisa menghubungi care center di 1500400, mention ke akun media sosial BPJS Kesehatan, ataupun datang ke kantor cabang. Terkait dengan aturan autodebit BPJS, Iqbal mengatakan bagi peserta baru mandiri sekarang terdapat aturan, yakni salah satu syarat pembuatan BPJS adalah peserta wajib untuk mendaftarkan rekeningnya untuk autodebit setiap bulan.

Hal itu menurutnya sesuai dengan peraturan BPJS Kesehatan No. 6 tahun 2018. Adapun tujuannya adalah untuk memastikan status peserta senantiasa aktif sehingga dapat terlindungi oleh Jaminan Kesehatan jika sewaktu waktu membutuhkan layanan kesehatan. Cara turun kelas iuran BPJS jelang kenaikan tarif per Januari 2020.

Presiden Jokowi akhirnya meneken Perpres yang mengatur kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen ini dinilai memberatkan. Simak cara turun kelas perawatan saat iuran BPJS akan naik mulai 1 Januari 2020, mendatang.

Presiden Joko Widodo telah menetapkan kenaikan iuranBPJS Kesehatanhingga 100 persen. Kenaikan iuranBPJS Kesehatanini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang diteken Jokowi pada 24 Oktober 2019. Sementara itu, untuk kelas II adalah sebesar Rp 110.000 per bulan dan Rp 160.000 per bulan untuk kelas I.

Kepala HumasBPJS KesehatanM. Iqbal Anas Ma'ruf menyampaikan bahwa kenaikan iuran tersebut akan berlaku mulai 1 Januari 2020. Jika peserta Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), peserya bukan pekerja, atau peserta mandiriBPJS Kesehatanmerasa keberatan dengan beban iuran yang naik, ternyata ada cara untuk menurunkan kelas perawatannya. Diketahui dari buku Panduan LayananBPJS Kesehatanmenyebutkan perubahan kelas rawat peserta mandiri dapat dilakukan setelah 1 tahun.

Perubahan kelas rawat juga harus diikuti oleh seluruh anggota keluarga yang tercantum dalam kartu keluarga. Melansir dari Kompas.com, bagi peserta yang melakukan perubahan kelas perawatan pada bulan berjalan, maka kelas perawatan baru berlaku pada bulan selanjutnya. Ada lima kanal layanan yang bisa digunakan untuk peserta BPJS Mandiri yang ingin mengubah kelas rawatnya.

Aplikasi Mobile JKN ini akan membantu peserta dalam mengubah kelas perawatan. Peserta tinggal membuka Aplikasi Mobile JKN kemudian klik menu ubah data peserta. Setelah itu, baru masukkan data perubahan.

Selain mengubah data lewat aplikasi, bisa juga lewatBPJS KesehatanCare Center 1500 400. Peserya bisa menghubungi Care Center dan meminta perubahan data perserta yang diinginkan. Peserta bisa mengubah data dengan mengunjungi Mobile Customer Service (MCS).

Kunjungan harus disesuaikan dengan hari dan jam kerja yang telah ditentukan. Selanjutnya mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP). Dilanjut dengan menunggu antrean untuk mendapatkan pelayanan.

Peserta mengunjungi Mall Pelayanan Publik dan mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP). Setelah itu, barulah menunggu antrean untuk mendapatkan pelayanan. Langkah terakhir yang bisa peserta BPJS lakukan untuk mengubah kelas perawatan adalah datang langsung ke kantor cabang BPJS terdekat.

Bisa mendatangi kator BPJS kabupaten atau kota. Peserta datang langsung ke kantor dan mengisi FDIP, mengambil nomor antrean pelyanan loket perubahan data. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pemerintah menetapkan aturan kenaikan iuranBPJS Kesehatan.

Khusus untuk iuran peserta mandiri kelas III naik 64,7 persen dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu. Iuran mandiri kelas II naik hingga 155 persen dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu. Lalu, iuran mandiri kelas I naik 100 persen dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu.

Baca Juga

Zodiak Hari Ini – Zodiak Paling Apatis Soal Politik, Ada Cancer hingga Sagittarius

Diana Nurhani

Pilih Satu Bentuk Paling Menarik buat Ketahui Profesi Idealmu Tes Kepribadian

Diana Nurhani

Ketahui Kemungkinan Lain Agar Penanganannya Tepat Bayi Menangis Belum Tentu Lapar

Diana Nurhani

5 Zodiak Paling Puitis, Gemini Bisa Rayu Orang Pakai Kata-kata

Diana Nurhani

Ramalan Zodiak Cinta Besok, Jumat 7 Juni: Cancer Hati-hati Berkomunikasi, Virgo Hindari Perdebatan

Diana Nurhani

Cerita Perajin Kain Tapis, Awal Mula Hanya Selingan Hingga Sampai ke Mancanegara

Diana Nurhani

Sagitarius Hadapi Kesulitan Ramalan Zodiak Besok Sabtu 30 November 2019 Taurus Jangan Buang Waktu

Diana Nurhani

3 Zodiak yang Paling Anti Berteman dengan Mantan, Bukan Berarti Tidak Bisa Move On

Diana Nurhani

Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 29 Agustus 2019 Virgo Makin Serius, Aquarius Niat Putus

Diana Nurhani

Leo Ikuti Kata Hati & Virgo Tunggu Pernyataan Cinta Ramalan Zodiak Cinta Minggu 18 Agustus

Diana Nurhani

Inul Daratista Kepergok Gunakan Tas Branded Rp 7 Juta Sebagai Wadah Bekal

Diana Nurhani

Leo Dapat Tekanan di Kerjaan Hari Menguntungkan Taurus Ramalan Zodiak Besok Kamis 2 Januari 2020

Diana Nurhani

Leave a Comment