Image default
Internasional

Takut Anaknya Terpapar Covid-19 Pasangan Inggris Terkurung di Hotel Tenerife Bersama Bayi 1 Tahun

Pasangan kekasih asal Inggris terpaksa menjalani hari hari di dalam kamar hotel di Tenerife, Spanyol, setelah satu tamu terinfeksi virus corona. Hannah Green dan Court Amys membawa serta putra mereka yang masih berusia satu tahun. Keduanya panik dan khawatir, jika anak mereka terpapar virus mematikan ini.

Dilansir Mirror dari tayangan Good Morning Britain , Hannah dan Court menumpahkan keluh kesah mereka. Pasangan ini bercerita, bahwa pemberitahuan hanya dilampirkan melalui secarik kertas yang diselipkan di sela pintu kamarnya. "Itu hanya karena alasan kesehatan, tetap saja di kamarmu," kata Hannah dilansir

"Kami tidak ada penjelasan lain selain itu." Kekasihnya, Court mengaku belum diberitahu pihak hotel bahwa ada suspect corona di tempatnya menginap. "Mereka sebenarnya belum memberi tahu kami gejala sakit apa."

"Kami tahu yang dimaksud adalah virus corona, dari berita di internet," ujarnya. Ibu muda ini mengaku kesulitan menghibur putranya di kamar itu. "Jelas kami benar benar khawatir dia (putranya) akan terpapar virus corona juga," ujar Hannah.

Pihak hotel juga belum menjelaskan sampai kapan mereka akan diisolasi di dalam kamar. Tapi akan ada dokter dan perawat yang berkeliling untuk mengetes kesehatan para tamu. "Mereka sudah mulai membawa makanan untuk kami," kata Hannah.

"Jadi kami makan dua kali kemarin itu, jadi kami pikir inilah keseharian yang akan terjadi mulai sekarang," tambahnya. Court menilai penjagaan hotel berubah menjadi jauh lebih ketat. Semua tamu yang berkeliaran di luar akan disuruh kembali ke kamarnya masing masing.

"Pintu depan benar benar dikunci, mereka sudah memasang tenda di luar," ujar Court. Keadaan serba tiba tiba ini membuaht Hannah sekeluarga panik. Mereka bahkan berkali kali menelepon resepsionis untuk bertanya kabar tapi tidak dijawab.

"Kami benar benar panik," jelasnya. "Ya, terlebih kepada putra kami, dia hanya satu dan rapuh," tambah Court. Hotel H10 Costa Adeje Palace merupakan hotel bintang empat yang berada di pinggir laut.

Hotelini diminati turis dan memiliki sejumlah fasilitas lengkap. Antara lain empat kolam renang dan tiga restoran untuk mengakomodasi 467 kamar. Isolasi atau karantina mendadak ini menyebabkan para tamu tidak bisa makan siang.

Mereka harus mendatangike minibar meski demikian pihak hotel memberikan paket makanan pada sore hari. Pengunjung lainnya, Steve McHardy (53), mengaku sebenarnya dia dan istrinya (53) harus check out dari hotel pada Selasa lalu. Tapi, mereka mendapat kabar dari teman temannya di pulau itu tentang suspect corona.

Saat mereka sedang berjemur di kolam renang, tiba tiba pihak hotel menyuruh pasangan ini kembali ke kamarnya. "Tidak ada informasi apa kami boleh keluar setelah tes atau harus dikarantina selama 14 hari," katanya Steve pada "Orang orang mempertanyakan berapa banyak dokter yang akan ditugaskan untuk memeriksa."

"Di sini ada 1.000 orang, dan tidak tahu akan berapa lama waktu pengetesan ini," tambahnya. Steve memuji staf hotel, namun dia juga mengatakan bahwa informasi sebenarnya belum disampaikan. "Kami punya pekerjaan yang mengharuskan untuk segera kembali," kata Steve.

Kini Steve dan istrinya hanya bisa pasrah untuk tinggal di hotel ini. Sementara itu, bagi pasangan lansia, David Hoon (60) dan Pamela Scott (63) asal Matlock Derbyshire kondisi ini sangat mengkhawatirkan. "Tidak ada yang memberi tahu kami apa yang terjadi dan berapa lama ini akan berlangsung serta, siapa yang akan memberi makan kami," ujar Hoon dilansir Guardian dari Mail Online.

"Hotel ini seperti rumah hantu dan saya takut terjebak di dalamnya." "Kami berpeluang banyak untuk terpapar virus corona," tambahnya. Sebuah pernyataan di situs website hotel menyatakan, bahwa hotel akan ditutup sampai 15 Maret.

Pihak hotel mengklaim akan mengurus para tamu sebaik mungkin, selama diisolasi di sini. Diberitakan sebelumnya, hotel ini dikunci setelah seorang dokter asal Italia mengeluh sakit dan dinyatakan positif virus corona pada Senin lalu. Sehari setelahnya, pemerintah mengumumkan istrinya juga mengalami hal yang sama.

Pasangan Italia ini, diperkirakan akan menghabisakan lima malam di hotel bintang empat ini. Mereka berasal dari Italia Utara, merupakan tempat penyebaran virus corona terbesar di Italia. Toko toko, bar, dan restoran di dalam hotel semua kini ditutup.

Sementara itu asosiasi perhotelan di Terenife, Ashotel, menyerukan agar para tamu atau turis tenang dan mengikuti protokol yang berlaku. "Hotel tempat turis yang positif corona itu, melakukan segala cara untuk mengatasi situasi ini dan bertanggungjawab atas protokol yang ada," jelas salah satu perwakilannya. Ashotel meyakinkan, bahwa situasi di dalam hotel aman terkendali.

Baca Juga

Tak Unduh Aplikasi ‘Pemikiran Xi Jinping’, Gaji Pegawai China Bakal Dipotong

Diana Nurhani

Presiden Jokowi Ibaratkan Ketidakpastian Global Saat ini seperti Pertarungan Avengers vs Thanos

Diana Nurhani

20 Negara Paling Tidak Aman buat Dihuni Tahun 2019 Indonesia Masuk dalam Daftar Urutan Berapa

Diana Nurhani

Jelang Kaisar Jepang Turun Tahta, Pisau Dapur Ditemukan di Meja Sekolah Pangeran Hisahito

Diana Nurhani

Jamaah Pakai Masker & Wudhu dari Rumah Masjid Kembali Dibuka di Arab Saudi

Diana Nurhani

Identitas Pria Bertato Peta Indonesia di Foto Viral Kerusuhan Demo Kasus George Floyd di AS

Diana Nurhani

Dikenal Anti-Minoritas Patung Tokoh Polisi di Philadelphia Dicoret & Nyaris Dibakar Rusuh di AS

Diana Nurhani

Sejumlah Negara Langsung Menawarkan Bantuan pada Lebanon Usai Ledakan Besar di Beirut

Diana Nurhani

Viral! Foto Bayi Tampakkan Wajah Cemberut Saat Baru Dilahirkan

Diana Nurhani

28 Korban Tewas Akibat Ledakan Bom di Masjid Afghanistan

Diana Nurhani

Tiga Pelajar Indonesia Belajar Cara Memotong Ikan di Pasar Kagoshima Jepang

Diana Nurhani

Leave a Comment