Image default
Internasional

Wali Kota di Inggris Dipecat dari Partai karena Sebut PM Boris Johnson Layak Terkena Corona

Seorang wali kota di Inggris dipecat dari Partai Buruh. Dia adalah Sheila Oakes, wali kota Heanor di Derbyshire. Pasalnya, anggota dewan distrik dari Partai Buruh itu menulis komentar negatif di Facebook pada Senin (6/4/2020) malam waktu setempat.

Diketahui, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, kini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St Thomas, London, setelah gejala Corona yang dialaminya semakin memburuk. Namun, Oakes justru merespons kondisi Johnson dengan komentar pedas. Dilansir , ketika ada warganet yang mendoakankesembuhan Johnson, Oakes menulis komentar, " Maaf, dia benar benar pantas menerima ini dan dia adalah salah satu perdana menteri terburuk yang pernah kita miliki. "

Lantas, komentar itu memicu kemarahan para warganet. Pemimpin Partai Buruh Dewan Distrik Amber Valley, Chris Emmas Williams, mengatakan kepada kantor berita PA bahwa partai telah memecat Oakes dari jabatannya sebagai anggota dewan Amber Valley. Dia menambahkan, keluhan telah membanjiri emailnya dari berbagai daerah setelah komentar Oakes viral.

Dalam sebuah pernyataan, Emmas Williams mengaku terkejut dengan perilaku rekannya itu. Sebagai pemimpin dewan dan kelompok Buruh, saya terkejut dan sangat kecewa dengan komentar yangSheila Oakesdi Facebook ," tulis Emmas Williams di Facebook. Menurut Emmas Williams, tidak seharusnya urusan politik dibawa ke dalam komentar pribadi dan menyakitkan orang lain.

Dia pun meminta Oakes untuk menghapus komentar dan segera meminta maaf. Dalam keadaan apa pun, saya atau kelompok Buruh tidak bisa membiarkan perilaku semacam ini. Itu tidak sesuai dengan standar yang diharapkan dalam kehidupan publik atau jabatan ," lanjutnya. Ia mengatakan, penyelidikan penuh secara internal akan dilakukan.

Komunikasi via video dengan Oakes juga akan dilakukan, mengingat lockdown masih berjalan. Penyelidikan standar dewan distrik secara terpisah juga dapat dilakukan kepada Oakes, jika pengaduan resmi diajukan oleh otoritas setempat. Emmas Williams hanya dapat memberikan doa terbaik untuk kesembuhan Boris Johnson.

Sebagai pemimpin kelompok Buruh, saya harus meminta maaf juga kepada Boris Johnson dan keluarganya." "Kami berharap Perdana Menteri, dan semua yang menderita penyakit mengerikan ini, pulih dengan cepat. Turut bersimpati kepada mereka dan keluarga ," ucapnya. Setelah komentarnya viral, Oakes meminta maaf kepada Boris Johnson.

Dia sadar bahwa dirinya telah membuat kesalahan. "Saya meminta maaf karena mengecewakan orang orang dan mengatakannya," kata Oakes. Oakes mengatakan, dirinya tidak menyangka bahwa apa yang dikatakan akan mengecewakan banyak pihak.

Ia tahu, komentarnya bukan hal yang baik untuk dikatakan. "Aku mengkhawatirkan perawat dan dokter yang tidak memiliki peralatan pelindung. Aku mengatakan sesuatu ketika aku marah, tanpa memikirkan Perdana Menteri atau keluarganya," ucap Oakes kepada . Kondisi kesehatan PM Inggris,Boris Johnson masih diawasi oleh dokter paru paru terkenal di Inggris,Selasa (7/4/2020).

Dr Richard Leach dari RS Guy and St Thomas memimpin langsung tim untuk memantau kondisi PM Boris yang terinfeksi virus corona. Saat ini, Boris tengah dirawat di unit perawatan intensif di NHS London Hospital. Mengutip dari Daily Mail,Dr Richard Leach adalah spesialis pernapasan paling berpengetahuan di Inggris.

"Dia orang yang jujur.Perdana Menteri berada di tangan yang lebih baik," ujar seorang narasumber. Sementara itu,petugas medis rumah sakit yang telah bekerja sama denganDr Leach yakin, mereka memiliki keahlian dan perlengkapan terbaik untuk merawat PM Inggris. Diketahui, Dr Leach telah bekerja di rumah sakit London selama 26 tahun.

Pada 2018, ia diangkat menjadi direktur untuk pengobatan paru paru dan perawatan kritis. Pengetahuan Dr Leach mengenai sistem pernapasan bahkan telah dijadikan ke dalam lima buku terkenal. Diberitakan sebelumnya, Boris Johnson mengidap Covid 19.

Sempat menjalani isolasi mandiri, pria berusia 55 tahun itu akhirnya dilarikan keICU, karena kondisinya memburuk, Minggu (5/4/2020) pukul 19.00 waktu setempat. Boris Johnson dilaporkan mengalami masalah pernapasan dan telah diberikan empat liter oksigen. Downing Street, kantor PM Inggris kemarin mengumumkan, Boris Johnson dalam kondisi stabil dan tetap dalam kondisi baik hingga saat ini.

Baca Juga

Beri Mobil & Rumah Sebagai Bukti Keseriusan Wanita Lamar Kekasihnya saat Perayaan 1 Tahun Pacaran

Diana Nurhani

Pihak Kepolisian Temukan Catatan Harian di Kediaman Sulli yang Tewas Gantung Diri

Diana Nurhani

Wanitanya Tewas Pasangan Muda Ini Terjatuh dari Lantai 9 Apartemen Saat Lagi Hubungan Intim

Diana Nurhani

Gadis 17 Tahun Dilecehkan Petugas Ambulans saat Perjalanan Menuju RS, Kondisinya Terlalu Lemah

Diana Nurhani

Jual Perusahaannya menuju Yahoo Pengusaha Jepang Yang Justru Terpukul Oleh Twitternya Sendiri

Diana Nurhani

Tiga Pelajar Indonesia Belajar Cara Memotong Ikan di Pasar Kagoshima Jepang

Diana Nurhani

Puluhan Orang Tewas Akibat Typhoon Hagibis Beberapa Wilayah di Jepang Terendam Banjir UPDATE

Diana Nurhani

28 Korban Tewas Akibat Ledakan Bom di Masjid Afghanistan

Diana Nurhani

VIRAL! Wanita Ini Kecewa Ketika Kue Ulang Tahun Pesanannya Hancur hingga Tak Berbentuk

Diana Nurhani

Ratu Elizabeth II Mengoleksi Perangko Jokowi Mengendarai Motor Hobi Unik Deretan Kepala Negara

Diana Nurhani

Pekerja Migran Indonesia Dinilai Minim Perlindungan Jaminan Sosial

Diana Nurhani

RUU Pajak Digital Didorong ke Parlemen, Prancis Tekan Google, Amazon dan Facebook

Diana Nurhani

Leave a Comment